Thismika |
Start | Run | Finish |
Saint Petersburg, Russia (by Den Zen)
Pantone colors of the years!
Mt. Cook, New Zealand by edwardxhu
(via photooverload)
Lebih seram mana
Paham korupsi atau paham teroris?!
Menurutku paham korupsi
Soalnya korupsi- keserakahan itu tiap manusia punya.. Tanpa disebarinpun tiap orang yang memiliki kesempatan bisa melakukan korupsi dan merugikan orang banyak
Tapi kenapa ancaman hukumannya kurang ya…
Kalau teroris, alasan aparat mereka langsung membunuh walaupun masih terduga, karena kalau di penjara takut menyebarkan paham terorisnya. Kalau menurutku (lagi) asal masih ada perasaan untuk sesama itu masih bisa dicegah.
Jika membunuh massal itu menjadi kepuasan pribadi.. Itu psikopat!!
Penjahat ga mau dijahatin
Tapi mereka bisa ngerti kenapa orang berbuat jahat
Pembohong ga mau dibohongi
Tapi mereka ngerti kenapa orang lain bohong
Orang kikir ga mau dikikirin
Tapi mereka ngerti kenapa orang jadi kikir
Orang yang suka mengumpat ga suka diumpatin
Tapi mereka ngerti kenapa orang mengumpat
Orang apatis ga mau diapatisin
Tapi..bla bla bla…
Pengertiannya ada kalau pelaku tindakan tersebut sedang tidak menjadi korban pelaku lain!!!
What a life!!!
Semua pengen diperlakukan dengan baik, tapi buat berlaku baik rasanya…
Terkadang saya menyakiti orang lain tanpa sadar, yg mengakibatkan orang lain melakukan hal yg kurang mengenakkan ke saya.
Perlu banget untuk berusaha lebih baik lagi.. :’(
Before and during the American Revolution, the English, both in England and in the colonies, mostly spoke with a rhotic accent. The rhotic accent means that all hard r’s were pronounced, like “hard.” Once we had the first sound recordings after the American Revolution, some three hundred years…
(Source: mentalfloss.com)
Groningen, Netherlands (by ImageSensors)
Mura, Catalonia, Spain (by antoni targarona)
Choi Seung-hee was born into an upper-class family in Seoul, Korea during the Japanese occupation and was also known by the Japanese pronunciation of her name, Sai Shoki. After graduating from Sookmyung High School at the age of fifteen, she went against her father’s wishes to study under modern dancer Baku Ishii in Japan, where she distinguished herself as one of the most talented dancers. She developed her own modern dances inspired by Korean folk dances, which had been considered as lowly works. She was supported by Japanese intellectuals including Yasunari Kawabata.
She went to North Korea and got posts in the communist government. She was purged by the party and disappeared in the 1960s. In February 2003, she was rehabilitated and utilized for propaganda by North Korea, who announced that she had died in 1969. [Summary for The Story of a Dancer (DVD)]
(Source: classicladiesofcolor, via asianhistory)
hanya rindu yang ada :)
saat membentang dalam satu payung yg besar
saat membaca sejarahnya, terbayang kemegahannya
tak kalah pilu, saat semua perlahan berakhir
banyak yang telah dirampas, namun tidak dengan keyakinan ini :)
jika saat itu Muhammad Al fatih..
saat ini yang dicari..
suatu saat pasti, pasti pasti!!!!
jangan takut akan monopoli, bukan ini yang diajarkan
tengoklah spion sejarah sekali-kali..
ketika 3 dalam 1 tempat, semua bersinergi dalam satu payung
padahal saat itu tak digunakan ‘isme’ yang saat ini banyak dipakai..
bersandingan dan tak ricuh
kangen kangen kangen…
someday, I’ll visit it.. someday..
to see pieces of history
“ketahuan akan keharusan suatu perintah” tapi tidak melakukannya…
Bagaimana kau menyebutnya?
~ keras kepala
Kemudian? Ketahuanmu adalah sumber keras kepalamu?
Apa guna ketahuanmu jika itu membuatmu agak menjadi lebih….
Baiklah aku akan berhenti mencari “tahu”
Manusia berkembang dengan “tahu”nya sama seperti pohon berkembang karena mencari unsur hara dengan akarnya
Mencari sinar dengan gerak daunnya..
Kau mau menjadi kerdil?
Tidak, aku tetap berkembang..
Bagaimana??
—————————————————-
I dont know about my own self
I walk on my own steps
But I doubt about my self..
Learn learn learn action
Q: Kok learn-nya 3x dulu bru action?
A: mengikut filosofi bambu, akarnya dikuatin dulu baru tumbuh ke atas (ngelesnya orang malas) :p
Action action action learn
Q : Berani banget, belum tau apa-apa udah action duluan
A : biasa yang kaya gini awalnya susah menghargai apa yang didapat, karena apa yang dilakukan tidak disadari dan tidak diketahui manfaatnya;
Q : tapi akhirnya learn juga tuh
A : namanya manusia berakal, jadi pasti belajar - kalau mau sih
Learn action learn action
Q : wew pengulangan
A : apa yang kita lakukan sebaiknya didasari ilmu pengetahuan, kemudian diamalkan,
Selama masa pengamalan, bisa saja kita menggunakan cara yg salah.. Jadi keep learning, and then action..
Action learn action learn
Q : pengulangan lagi
A : yuha, belajar setelah beraksi
Biasa ini karena kegagalan action pertama begitu menyakitkan, jadi mencari tahu dan belajar
Action action action
——————————————-
Learn learn learn
—————-
Q : keren nih, homogen
A : *palmface
———————————————————————
Nb: anggap aja ini sampah ke sok tahuan pagi hari :)
————-
Selalu ada cara/kondisi ideal, tapi saya biasa memilih cara/kondisi “biasanya”
Dan hasilnya pun
- biasa aja
- biasanya ngawur
- biasanya ngomong doang
- biasanya malas
- biasanya gitu deh
Trapped in comfort zone >,
Panas terik, silau…
Suhu udara meningkat tajam
Dulu sering sekali memaki-maki hari yang panas, tapi sekarang saya merindukannya.
merindukannya setelah lama tak bersua dan hanya ini yang membuat saya merasa saya berada di kampung halaman (rindu berat)
Sinar terang…
Bunyi angin kering menyepak tepi daun bergemerisik (cuih :p)
semakin mirip jika diiringi lantunan Al-quran dari masjid
Karena lantunan itu semakin mengikat tajam ingatan suasana panas di kampung saya
long rant :PPPPPPPPP
People keep linking me this pic.
1st of all they are NOT the contestants for Miss Korea but Miss Daegu. The 2 pics below show how they look like without the glamour.
makeup,eyebrows, skin and
Photoshop- i’d like to add almost any professional picture in Korea is photoshopped Even High School photo’s, so most these pictures are photoshopped that’s the noses and jaws look similar.
I don’t want to say it, but this is just the media and they’re ignorant views and opinions on something they know nothing about. Remember who are the people that keep promoting Korea as a plastic nation. Korea or foreign media*cough*jezebel*cough*
Koreans, hate being labeled as all of them having plastic surgery nation? To the point where they themselves bash Korean men and women, who have work done and call themselves monsters no matter how good they look. Koreans hate the “clones” as much as everyone.
To me this is how obvious the photoshop looked like.
No Korean girl looks like this in real life.
These are the “clones” Koreans hate. aka Gangnam Girls
If you guys want see how those “same” looking plastic clones, some what not photoshopped look like and how they obviously photoshopped ones look like I suggest you check these blogs out. They show how those people with the same surgeons, look nothing alike, how the photoshopped ones do.
Stop letting the media and things like my blog,mold your view of how Korean people are. At the end of the day pictures, are pictures. They start a story but never end them. You will be shocked at the not so shocking amount of Koreans that have small eyes,flat noses, and big jaws. Koreans care more about school,drama’s,gangnam style, hair,and kimchi than they do plastic surgery. It’s not what defines them let alone a person. not all 40 million korean citizens have had plastic surgery,let alone the pretty ones.
Honestly, look at the pics with the photoshop individually the girls look nothing alike, only the chins look really similar :p